ME

ME

Jumat, 05 November 2010

PEMUDA INDONESIA YANG RINDU NILAI LUHUR GOTONG ROYONG

PEMUDA INDONESIA YANG RINDU NILAI LUHUR GOTONG ROYONG

Saat ini, gunung merapi sedang bergejolak, muntahan wedus gembel telah memakan korban jiwa, membunuh mata pencaharian warga sekitar lereng gunung merapi, dan melumpuhkan beberapa saat kegiatan perekonomian sekitar Provinsi DI. Yogyakarta. Sedih melihat bangsa ini selalu tak lepas dari bencana. Belum lagi bencana gempa dan tsumani Pagai, Mentawai.
            Tayangan televisi hampir dijajah oleh pemberitaan aktifitas gunung merapi, jadi teringat keluargaku yang berada di Kota Solo, mereka terkena imbasnya hujan pasir dan debu vulkanik gunung merapi. Semoga Merapi segera kembali bersahabat dengan keramahan warga Yogyakarta dan sekitarnya. Kejadian ini merupakan musibah, tapi ada makna tersendiri dari pristiwa itu. Saya yakin Tuhan punya rencana lain yang baik.
            Dikampusku Universitas Gunadarma, Depok penggalangan dana bantuan memang sudah berjalan sejak beberapa hari yang lalu, tapi rasanya kita ingin berpatisipasi pula dalam penggalangan dana bantuan tersebut secara langsung. Rencananya kelas 1KA23 akan mengadakan “ngecrek” atau mengamen untuk membantu tim sukarelawan kampus kami. Hal ini kita lakukan bukan karena aksi sensasi semata, melainkan bentuk penguatan solidaritas antar teman satu kelas dan warga sekitar kampus.
            Kawanku Sanuri Fanyansen, sampai menjual baju bekas dan beberapa koleksi alat pancingnya untuk membantu korban bencana merapi dan tsunami Pagai. Bahkan ada cara lebih unik lagi yang dilakukan oleh masyarakat Indonesia untuk menggalang dana, salah satunya sekumpulan pemuda dengan arak-arakan kuda lumping di Kota Brebes. Bangga juga melihat wajah asli masyarakat Indonesia yang suka bergotong royong. Berkerja dengan gotong royong yang dilandasi sukarela untuk wilayah perkotaan nampaknya sudah pudar, jangan hanya karena ada bencana saja kita bergotong royong. Harapan dan keinginan kita semua sebagai pemuda menginginkan nilai-nilai luhur, semangat juang, nasionalisme, dan patriotisme tidak hanya bangkit jika dirasakan perlu tetapi setiap saat dan seterusnya nilai-nilai luhur itu kita bawa.
            Mari pemuda Indonesia tunjukan pada dunia bahwa kita memiliki potensi terbalut pita ramah tamah, kreatif, terdidik, dan mencintai nilai luhur yang tidak luntur oleh penggerusan atau pun pengikisisan zaman yang sudah tidak lagi ramah.

            Kawan-kawan sebatas tambahan ilmu pengetahuan kita tentang ilmu geologi, patut kita baca beberapa info penting mengenai gunung api hingga penanggulangan bencana.

Beriku pemahaman lengkap tentang gunung api

Di Indonesia (Jawa dan Sumatera) pembentukan gunungapi terjadi akibat tumbukan kerakSamudera Hindia dengan kerak Benua Asia. Di Sumatra penunjaman lebih kuat dan dalamsehingga bagian akresi muncul ke permukaan membentuk pulau-pulau, seperti Nias, Mentawai, dll. (Modifikasi dari Katili, 1974).

BAHAYA GUNUNGAPI
Bahaya letusan gunungapi dapat berpengaruh secara langsung (primer) dan tidak langsung(sekunder) yang menjadi bencana bagi kehidupan manusia. Bahaya yang langsung oleh letusangunungapi adalah :

1.  Leleran lava
leleran lava merupakan cairan lava yang pekat dan panas dapat merusaksegala infrastruktur yang dilaluinya. Kecepatan aliran lava tergantung darikekentalan magmanya, makin rendah kekentalannya, maka makin jauhjangkauan alirannya. Suhu lava pada saat dierupsikan berkisar antara 800o 1200o C. Pada umumnya di Indonesia, leleran lava yang dierupsikangunungapi, komposisi magmanya menengah sehingga pergerakannya cukuplamban sehingga manusia dapat menghindarkan diri dari terjangannya.

2.  Aliran piroklastik (awan panas)
aliran piroklastik dapat terjadi akibat runtuhan tiang asap erupsi plinian,letusan langsung ke satu arah, guguran kubah lava atau lidah lava dan aliran pada permukaan tanah (surge). Aliran piroklastik sangat dikontrol olehgravitasi dan cenderung mengalir melalui daerah rendah atau lembah.Mobilitas tinggi aliran piroklastik dipengaruhi oleh pelepasan gas dari magma atau lava atau dari udara yang terpanaskan pada saat mengalir. Kecepatan aliran dapat mencapai 150 250 km/jam dan jangkauan alirandapat mencapai puluhan kilometer walaupun bergerak di atas air/laut.

Awan panas mempunyai mobilitas dan suhu tinggi sangat berbahaya bagipenduduk sekitar gunungapi.


3.  Jatuhan piroklastik

Jatuhan piroklastik terjadi dari letusan yang membentuk tiang asap cukuptinggi, pada saat energinya habis, abu akan menyebar sesuai arah anginkemudian jatuh lagi ke muka bumi. Hujan abu ini bukan merupakan bahaya langsung bagi manusia, tetapi endapan abunya akan merontokkan daun-daun dan pepohonan kecil sehingga merusak agro dan pada ketebalantertentu dapat merobohkan atap rumah. Sebaran abu di udara dapatmenggelapkan bumi beberapa saat serta mengancam bahaya bagi jalur penerbangan.

4. Lahar letusan
Lahar letusan terjadi pada gunungapi yang mempunyai danau kawah. Apabila volume air alam kawah cukup besar akan menjadi ancamanlangsung saat terjadi letusan dengan menumpahkan lumpur panas.

5. Gas vulkanikberacun
Gas beracun umumnya muncul pada gunungapi aktif berupa CO, CO2,HCN, H2S, SO2 dll, pada konsentrasi di atas ambang batas dapat membunuh.


Pengeluaran gas CO2 di G. Dieng membunuh banyak penduduk


Bahaya sekunder, terjadi setelah atau saat gunungapi aktif:
1. Lahar Hujan
lahar hujan terjadi apabila endapan material lepas hasil erupsi gunungapi yang diendapkan pada puncak dan lereng, terangkut olehhujan atau air permukaan. Aliran lahar ini berupa aliran lumpur yangsangat pekat sehingga dapat mengangkut material berbagai ukuran.Bongkahan batu besar berdiameter lebih dari 5 m dapat mengapung pada aliran lumpur ini. Lahar juga dapat merubah topografi sungaiyang dilaluinya dan merusak infrastruktur.

2. Banjir bandang
banjir bandang terjadi akibat longsoran material vulkanik lama padalereng gunungapi karena jenuh air atau curah hujan cukup tinggi. Aliran Lumpur disini tidak begitu pekat seperti lahar, tapi cukupmembahayakan bagi penduduk yang bekerja di sungai dengan tiba-tiba terjadi aliran lumpur.
3. Longsoran vulkanik
longsoran vulkanik dapat terjadi akibat letusan gunungapi, eksplosi uap air, alterasi batuan pada tubuh gunungapi sehingga menjadirapuh, atau terkena gempabumi berintensitas kuat. Longsoranvulkanik ini jarang terjadi di gunungapi secara umum sehingga dalampeta kawasan rawan bencana tidak mencantumkan bahaya akibat Longsoran vulkanik.

PENANGGULANGAN BENCANA GUNUNGAPI
Dalam penanggulangan bencana letusan gunungapi dibagi menjadi tiga bagian, yaitu persiapansebelum terjadi letusan, saat terjadi letusan dan sesudah terjadi letusan.
1. Sebelum terjadi letusan dilakukan :
Ø  Pemantaun dan pengamatan kegiatan pada semua gunungapi aktif,
Ø  Pembuatan dan penyediaan Peta Kawasan Rawan Bencana dan Peta Zona ResikoBahaya Gunungapi yang didukung dengan dengan Peta Geologi Gunungapi,
Ø  Melaksanakan prosedur tetap penanggulangan bencana letusan gunungapi,
Ø  Melakukan pembimbingan dan pemeberian informasi gunungapi,
Ø  Melakukan penyelidikan dan penelitian geologi, geofisika dan geokimia digunungapi,
Ø  Melakukan peningkatan sumberdaya manusia dan pendukungnya sepertipeningkatan sarana dan prasarananya.

2. Setelah terjadi letusan :
Ø  Menginventarisir data, mencakup sebaran dan volume hasil letusan,
Ø  Mengidentifikasi daerah yang terancam bahaya,
Ø  Memberikan saran penanggulangan bahaya,
Ø  Memberikan penataan kawasan jangka pendek dan jangka panjang,
Ø  Memperbaiki fasilitas pemantauan yang rusak,
Ø  Menurunkan status kegiatan, bila keadaan sudah menurun,
Ø  Melanjutkan memantauan rutin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar