ME

ME

Minggu, 24 Oktober 2010

Pantaskah Aku Menjadi pahlawan

Pantaskah Aku Menjadi pahlawan


Mendapat gelar sebagai bapak pembangunan memang sudah selayaknya disandang oleh Bpk. HM Soeharto. Beliaulah yang banyak mempelopori pembangunan di Indonesia terutama di sektor Industri dan Infrakstruktur. Tapi untuk mendapat gelar sebagai pahlawan nasional sepertinya beliau belum cukup layak, karena selain banyak hal positif dari beliau juga masih banyak juga hal-hal negatif yang meliputi beliau.

Semasa 32 tahun kepemimpinan Beliau, Indonesia banyak mengalami kemajuan di berbagai bidang. Dalam bidang pembangunan insfrakstuktur banyak mengalami kemajuan, ini terlihat dari dibangunnya jalan-jalan bebas hambatan dan fasilitas umum lainnya. Kemudian dari segi stabilitas politik dan keamanan semasa pemerintahan beliau relatif cukup stabil, banyak rakyat Indonesia menyatakan  mereka bisa hidup nyaman dan aman. Rakyat merasakan kehidupan dizaman Pak Soeharto harga sembako cukup stabil, lapangan pekerjaan banyak tersedia, dan sekolah pun murah. Satu hal lagi yang cukup membanggakan buat Indonesia adalah Indonesia mampu swasembada beras pada tahun 1985, hal menyebabkan Indonesia mendapatkan penghargaan dari Organisasi Pangan Sedunia (FAO). 
Sayang selain hal-hal positif  yang lahir dari Beliau, ternyata tidak sedikit juga hal-hal negatif dari beliau. Hal pertama yang menjadi perhatian adalah jabatan presiden yang disandang Soeharto pun masih mengandung tanda tanya besar karena prosesnya dilalui dengan pelanggaran-pelanggaran hak asasi manusia pada 1965. disinyalir Pak Soeharto menyalahgunakan Surat Perintah Sebelas Maret untuk kepentingan beliau. Dengan surat itu Pak Soeharto secara perlahan dapat menduduki kursi nomor satu di Indonesia, walaupun surat aslinya sampai sekarang masih belum diketahui keberadaan dan kebenarannya.
Mungkin lebih layak Pak Soeharto itu seharusnya dianugerahi sebagai penjahat nasional karena Pak Soeharto diduga terlibat dalam pembunuhan atas 3 juta orang yang menurut versi pemerintah waktu itu  menjadi antek komunis dalam peristiwa Gerakan 30 September (G-30-S) pada 1965. Hal ini mirip seperti apa yang dilakukan Hitler semasa perang Dunia kedua (1939-1945).
Dan satu hal lagi yang paling menyedihkan adalah masalah isu korupsi yang membelit Pak Soeharto dan para kroni-kroninya. Beliau di nilai tidak mampu mengendalikan masalah korupsi yang dilakukan oleh para orang-orang yang ada disekitarnya, sehingga korupsi di Indonesia semakin membudaya. Sampai sekarang pun Indonesia masih tercatat sebagai negara terkorup di dunia.
Kalau Beliau berbuat baik selama menjadi presiden, itu sudah sewajarnya bagi  seorang  presiden. Jika nantinya Pak Soeharto jadi mendapat gelar kehormatan sebagai Pahlawan Nasional maka hal ini telah mengaburkan makna kepahlawanan yang seharusnya lahir dari kepribadian seorang pahlawan.
Pahlawan Nasional adalah warga negara Indonesia (WNI) atau mereka yang berjuang di wilayah yang sekarang disebut NKRI baik melawan penjajah ataupun   dalam perjuangan politik, pendidikan, maupun yang lainnya. Seorang Pahlawan Nasional juga harus berakhlak mulia, sehingga dapat menjadi inspirasi bagi generasi berikutnya, dalam pembangunan Indonesia untuk masa depan.

1 komentar:

  1. coba blejeti mengenai penggulingan Soekarno dan awal pemerintahan Soeharto, hubungan mereka dengan ABRI dan PKI.
    pasti bisa lebih bisa buat pembaca "ngerti" apa yang harus mereka jawab tentang blog anda.

    BalasHapus